Beberapa paradigma pemrograman yang sering di pakai:
pemrograman tidak terstruktur
pemrograman modular
pemrograman berorientasi objek
pemrograman prosedural
biasanya, ketika orang orang mulai belajar pemrograman, mereka akan menulis atau membuat sebuah program sederhana dan kecil, yang hanya mengandung program utama. disini, pengerjaan program utama dilakukan secara sequence(berurut) yang terdiri dari perintah perintah, selain itu, data yang digunakan pun bersifat global untuk seluruh program. kekurangan cara ini adalah program yang kita buat akan menjadi sangat besar. karena jika ada satu perintah yang ingin kita ulang kita harus menulis kembali perintah yang ingin kita ulang.
pemrograman prosedural
dengan konsep ini kita dapat mengkombinasikan sequence dengan perulangan maksudnya ketika kita mau menggunakan perintah yang sama kita tidak perlu menulis perintah itu kembali namun dengan memanggil perintah yang ingin kita ulang itu, sehingga hanya diperlukan sekali penulisan bagi perintah perintah yang ingin kita ulang. ini menggunakan parameter sebagai prosedur dari subprosedur, maka konsep ini sudah lebih terstruktur.
pemrograman modular
konsep modular ini digunakan dengan membagi suatu program utama menjadi beberapa modul kecil, yang berupa fungsi - fungsi. fungsi - fungsi ini saling berhubungan dengan menggunakan prosedural calls yang membangun program secara keseluruhan. setiap modul memiliki datanya sendiri sendiri, oleh karena itu modul modul ini dapat kita modifikasi data internalnya.
pemrograman berorientasi objek
konsep pemrograman berorientasi objek ini dapat memberi solusi pada masalah masalah yang ada pada konsep konsep pemrograman lainnya. semua data dan fungsi yang di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas objek-objek. setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.
pemrograman berorientasi objek menekankan konsep konsep berikut:
kelas
objek
abstraksi
enkapsulasi
polimorfisme
inheritas
sumber:
wikipedia
introduction to objek-oriented programing using c++, by peter muller
